Senin, 11 Agustus 2014
Ketika Kematian Tak Lagi Menakutkan
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Kematian oleh sebagian orang
adalah sesuatu yang ingin ditunda kedatangannya. Dan oleh sebagian lainnya
ingin disegerakan kedatangannya. Mereka yang mengatakan benci dalam penantian
pun menginginkan jarak penantiannya dengan kematian semakin jauh. Dan yang
ingin kematian datang segera biasanya dilakukan oleh orang yang merasa penat
dan hilang keimanannya kepada Allah, kepada Qadha dan Qadar yang telah
ditentukanNya.
Firman Allah
“Katakanlah: “Sesungguhnya
kematian yang kalian lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan
menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada (Allah), yang
mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepada kalian apa
yang telah kalian kerjakan.” (QS Al Jumuah : 8)
Kita tak bisa lari daripadanya,
bahkan menundanya 1 mil detik sekalipun.
“Maka apabila telah datang
waktunya mereka tidak dapat mengundurnya barang sesaatpun dan tidak pula dapat
memajukannya.” (Al A’raaf : 34)
Saya pernah membaca artikel
tentang adanya satu pesawat yang sedang mengudara dengan baik awalnya, kemudian
cuaca berubah dengan tida-tiba dan membuat pesawat tidak stabil. Seluruh
penumpang pesawat itu begitu takut. Ada yang berteriak minta pertolongan dan
ada yang terus menyebut nama Tuhannya. Tapi ada seorang anak yang tetap tenang
duduk di kursinya. Saat pesawat sudah kembali stabil dan akhirnya mendarat
dengan selamat seseorang bertanya kepadanya, “Aku melihatmu tenang selama
penumpang lain mengkhawatirkan jatuhnya pesawat. Bagaimana bisa kau
melakukannya?” Anak itu menjawab, “Ayahku adalah pilot dalam pesawat itu, dan
dia mengatakan akan mengantarkan aku dengan selamat.”
Anak itu tenang karena telah
memiliki keyakinan terhadap ayahnya. Dan seharusnya kitapun yakin bahwa Allah
akan membawa kita dengan selamat. Dia penunjuk jalan paling baik. Dan ketika
dikabarkan kematian akan menghampirimu, ingatlah bahwa sesuatu pasti ada
akhirnya. Kematian akan datang saat tugasmu sudah selesai di bumi ini. Boleh
jadi jika engkau terus hidup dosamu bisa terus bertambah. Ingat nikmat dari
Allah yang telah diberikan kepadamu.
Dr. Aidh Al Qarni dalam bukunya
Cahaya Zaman di subjudul apa yang kita sedihkan?
Suatu ketika saya naik pesawat
terbang dari Riyadh menuju Jeddah, ketika pesawat masuk ke dalam gumpalan awan,
badan pesawat bergetar, ketika itu kami semua merasa takut dan cemas, kami
langsung ingat akan kematian, berpisah dengan keluarga dan anak-anak. Kemudian
saya mengingat-ingat tentang kehidupan dunia dengan segala kesulitan dan
kesusahannya. Lalu saya berkata dalam hati, “Apa yang kita sedihkan jika kita
meninggalkan dunia ini? Bukankah kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal?
Kemudian saya ingat tentang semua
disa dan kesalahan-kesalahan yang pernah saya lakukan, lalu saya berkata dalam
hati, “Kita masih memiliki tauhid dan keimanan, dan dengan keimanan tersebut,
kami mengharapkan dari Allah swt. keselamatan dan pengampunan. Namun rasa cinta
kepada dunia yang berlebihan, takut kehilangan dunia dan hati sudah terlanjur
lekat dengan dunia merupakan bukti kekurangan akal dan kemiskinan iman di hati.
Padahal kehidupan dunia adalah kehidupan yang menipu, penuh kesusahan,
kesulitan, dan selalu berubah-ubah, ditambah kehidupan dunia adalah kehidupan
yang fana, kita tidak akan selamanya hidup di dunia ini. Jadi, mungkin mati
sekarang lebih baik bagi kita sebelum datangnya fitnah dan kerusakan umum yang
lebih besar. Percayalah setelah muncul pikiran seperti ini dalam benak, saya
tiba-tiba tidak merasa takut sama sekali menghadapi kematian. (Cahaya Zaman,
hal.450)
Mereka yang tidak takut dengan
kematian biasanya memiliki kecintaan terhadap dunia yang sedikit, dan begitu
banyak cintanya terhadap akhirat. Mereka mencintai Allah dan beranggapan bahwa
kematian merupakan jalan untuk bertemu dengan Allah, Rabb yang mereka cintai.
Yang harus dilakukan adalah menyiapkan bekal untuk berjumpa denganNya,
memperbaiki amal, memperbanyak istighfar.
“Dan mohonlah ampunan kepada
Tuhanmu, kemudian bertobatlah kepadaNya. Sungguh Tuhanku Maha Penyayang, Maha
Pengasih.” (QS Hud : 90)
Semoga setelah membaca ini, aku dan engkau tidak lagi takut dengan kematian. Menyiapkan bekal dengan teliti agar perjumpaan dengan Rabb menjadi sesuatu yang kita nantikan, bukan ditakutkan
With Love
Anisa Al Fahiiratusshabhiira
Let's move
Bismillahirrahmaanirrahiim
![]() |
| CameraPro Lennovo S880 |
Masalah rasa yang dirasa oleh perasa
Bismillahirrahmaanirrahiim.
Masalah perasaan selalu membuat
girang para hati yang digembirakan pun juga bisa membuat merana orang-orang
yang disedihkan. Masalahnya sepele. Mereka tak mengenal perasaannya sendiri.
Seharusnya setiap manusia lebih selektif memilih orang-orang yang sedang
berurusan denga makhluk ini. Dia sensitive. Dia periuk lembut yang mudah pecah.
Orang-orang yang tidak dapat dipercaya tidak patut dipercayakan untuk bahkan
melihatnya dari kejauhan. Bukan untuk menjadi seorang yg penutup, tapi hanya
lebih selektif. Orang yang sering disakiti seharusnya tahu, bahwa perasaan
mereka begitu berharga. Mereka telah hancur lalu diperbaiki, hancur lagi dan
lagi-lagi diperbaiki. Seharusnya orang itu tahu bahwa yg telah hancur lalu
diperbaiki itu harus diperlakukan lebih hati-hati. Bukan justru dibiarkan
diperlakukan sama atau bahkan lebih buruk dari sebelumnya.
Begitu pula dengan perasaan
oranglain. Kita seharusnya
menjaganya sebagaimana perasaan kita ingin dijaga. Untuk diriku dan para
pembaca sekalian, semoga kita dijauhkan dari menyakiti dan disakiti oleh orang
lain.
Tuhan, bantu kami menjaga makhluk
berarti yang Engkau ciptakan untuk merasakan indahnya warna-warni dalam
kehidupan kami. Jika kami tersesat, sungguh hanya Engkau yang bisa menuntun kami.
Dan kami hanya mendzalimi diri kami sendiri. Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa
dan Maha lembut terhadap hamba-hambanya.
Jumat, 01 Agustus 2014
Pikiran yang terlintas
Bismillahirrahmaanirrahiim
Kelahiran manusia sebaiknya disambut dengan suka cita.
Begitu pula saat ia meninggal. Seharusnya kita berpisah dengan rasa syukur
dengan orang yang kita cintai. Karena Tuhan begitu baiknya meminjamkannya
kepada kita. Sesuatu yang pergi hanyalah kenyataan yang harus diterima.
Kenyataan bahwa masa peminjaman dari Tuhan telah selesai. Lepaskan dengan
ikhlas meskipun berat.
Diantara kelahiran dan kematian ada kehidupan dunia yang
menggiurkan. Nabi saw bersabda, jadilah kamu orang asing di dunia seperti hanya
sedang melewati suatu jalan. Agar ketika disana, kau tidak perlu menggenggam
apapun, atau jika ingin menggenggam engkau tahu bahwa engkau akan berpisah
dengannya cepat atau lampat.
Manusia kadang lupa dengan hakikat tersebut. Ia terlalu
menikmati dunia sampai akhirnya lupa bahwa ia hanyalah seorang musafir yang
akan meninggalkan semua kenikmatan fana ini. Ia lupa tujuan melewati jalan itu.
Sehingga saat ia pergi, ia tidak membawa apa2 dari hasil perjalanannya.
Semoga kita tidak termasuk orang2 yg demikian. Semoga Allah
terus membimbing kita.
LOVE
Anisa Tiasari
10/7/14
Kadang ketika kita membanggakan segala hal yang kita punya, Allah akan menguji kita atau bahkann menegur kita ketika diketahui bahwa kita melupakannya barang sejenak..
Betapa indahnya dirindukan olehMu duhai Tuhan semesta alam..
Ketika sendu adalah teman setia yang memberikan banyak waktunya untukku, hanya tangis yg bisa melepaskan pengikat ini..
Betapa indahnya dirindukan olehMu duhai Tuhan semesta alam..
Ketika sendu adalah teman setia yang memberikan banyak waktunya untukku, hanya tangis yg bisa melepaskan pengikat ini..
Restart Everything
Bismillahirrahmanirrahiim.
Kata orang bijak, jangan pernah percaya dengan oranglain
kecuali pada dirimu sendiri. Dimana semua kepercayaan memang sudah seharusnya
ada disisi Tuhan. Dan orang yang bertanggung jawab atas diri ini adalah diri
kita sendiri. Jangan pernah percaya
dengan orang bahkan sedekat apapun dia dengan diri kita. Karena tiada yang
pantas memiliki kepercayaan kita selain Tuhan dan diri kita sendiri.
Dan semoga Tuhan menjauhkan diri ini dari rasa pamrih.
Mengharapkan sesuatu setelah melakukan sesuatu. Semoga Tuhan tak lelah
mengajarkan makna ikhlas. Agar tak ada keluhan setelah kejadian. Agar kita
menyadari bahwa Tuhan satu-satunya tempat bergantung. Agar rasa malas menggapai
keridhaannNya hilang sama sekali. Agar muak diri ini melakukan dosa. Lalu
bertobat menjadi satu-satunya jalan menghindar dari siksa.
Bacalah janji janji Tuhan untuk kehidupan akhirat kita saat
terjatuh, saat dijatuhkan. Bangun! Karena tidak akan ada yang membangunkanmu
jika kamu terus disana. Dan berdoalah “Duhai Rabbku, sungguh jika tidak ada
kepercayaan terhadap janji janjiMu, aku sudah terjatuh sejak lama. Dan hati
ini, sudah hancur melebihi debu yang beterbangan. Karena itu kuatkan aku,
karena hanya padaMu tersisa kekuatanku.”
Setiap kaki harus kuat untuk melangkah meski berat, setiap
hati harus tegar meski harus terus ditempa. Setiap jiwa harus sadar, bahwa
jalan ini tepat, bahwa TuhanNya selalu dekat.
With Love
Anisa Tiasari
Langganan:
Postingan (Atom)








