Minggu, 12 Oktober 2014

KEWAJIBAN DAKWAH

Dakwah adalah kewajiban setiap umat muslim kepada umat muslim lainnya.

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Ali Imran [3]: 104)

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْراً لَّهُم مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Q.S. Ali Imran [3]: 110)

Jika kita memiliki kebaikan, bukankah sebaiknya kita mengajak saudara, teman, sahabat dan semua qarib untuk ikut melaksanakan kebaikan?
Tidakkah senang kita jika bersama-sama berjalan menuju surga Allah. Bersama menegakkan agamaNya. Ibarat pepatah bersama kita teguh dan bercerai kita runtuh. Aduhai, indahnya agama kita jika kita bersatu. Betapa cita-cita yang ada di lubuk hati setiap umat akan menjadi nyata.

Jika berat melakukannya, “Aku tidak bisa berceramah.” “Ilmuku sedikit.” Itu adalah alasan-alasan yang sebenarnya bisa di asah bukan?
Jika tidak bisa berceramah, kita bisa melakukan dakwah dengan tulisan, status di media sosial, atau selipkan dakwah kita pada saat ada orang yang sedang bersama kita. Atau dakwah luar biasa yang bisa kita lakukan adalah dengan akhlak yang baik. Aduhai jika semua umat ini memiliki akhlak yang baik, bukankah lebih dari cukup untuk menaikkan derajat umat ini.

Orang yang sedikit ilmunya bisa memperdalam ilmunya, dengan belajar ilmu agama yang baik. Berhenti membuang-buang waktu untuk hal yang tidak berguna atau bahkan untuk maksiat. Guru saya mengatakan bahwa ulama zaman dulu bahkan beristighfar untuk 1 detik yang ia tidak gunakan untuk kegiatan bermanfaat.

Dan jika kita sudah bisa menjadi pendakwah, janganlah memaksakan yang justru membuat oranglain sulit menerima dakwah kita.

ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. An-Nahl [16]:125)


Peringatan ini untukku, untukmu. Dan untuk membiasakan saya menulis. Semoga Allah membuka jalan untuk kita bersama mencari ridhaNya.

Minggu, 21 September 2014

Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Kita tidak pernah tau dosa apa yang membuat Allah murka, dan kita juga tidak pernah tau kebaikan apa yang membuat Allah ridha. Karena yang haq tetap haq meskipun sedikit orang yang melakukannya, dan yang batil tetap batil meskipun banyak yang melakukannya.

Mengerjakan suatu kebajikan mungkin membosankan.

Bahkan ada yang mengatakan “Jadi orang jangan terlalu baik”

Sebenernya kalo kita mau berbuat baik, pasti ada aja yang engga suka, itu hukum alam. Tinggal bagaimana kita menyikapi setiap komentar orang itu. Menjadi orang baik tidak berarti kita harus baik di hadapan semua makhluk. Mustahil juga sih. Yang terpenting adalah ketika kita berpikir hal ini baik, lakukan. Jika buruk, tinggalkan. Adapun ketika orang lain komentar ini itu, kita terima dan coba (lagi-lagi) introspeksi diri. Berhenti untuk menyibukkan diri dengan mengomentari oranglain. Diri ini yang sepatutnya dikomentari banyak. Bukan berarti kita bersikap rendah diri lalu menghilangkan kepercayaan diri, tapi lakukan yang terbaik untuk menghormati diri, berhenti menyakiti oranglain, dan jauhkan takabbur. Berat sekali!! Karena siapa yang mencintai dunia tidak akan mampu melakukannya. Tapi jika dia menginginkan akhirat, cinta untuk berjumpa dengan Rabbnya dalam keadaan baik, inshaaAllah hati akan begitu lapang melakukannya.


Notice ini untukku, untukmu. Sungguh seorang muslim yang baik tidak akan mengabaikan saudaranya yang salah jalan. Genggam tangan aku, kita bareng-bareng berusaha untuk meraih ridhoNya. Aku bukan seorang yang alim lagi sholeh. Bukan pula wanita yang menggunakan kerudung panjang lagi bercadar. Aku hanya pembelajar lamban ilmu Tuhan. Tapi semoga bukan karena itu yang membuat dakwahku tak diterima. 
Semoga Allah tanpa lelah terus membimbing kita, untuk bertahan dijalanNya, untuk terus mencintaiNya.

With Love


AF 

Kamis, 18 September 2014

Life is forever struggle

Bagi manusia, hidup ini juga sebab akibat. Kehidupanmu menyebabkan perubahan garis kehidupan oranglain, kehidupan oranglain mengakibatkan perubahan garis kehidupan oranglainnya lagi, kemudian entah pada siklus keberapa, kembali lagi ke garis kehidupanmu. Saling mempengaruhi, saling berinteraksi. ~Tere Liye | Rembulan Tenggelam di Wajahmu

Tulisan itu seakan menjawab berbagai pertanyaan yang datang selama ini.
Merasa sombong dengan apa yang telah kita lakukan lalu ketika terjatuh, seakan berat untuk bangun tapi terus mengutuk pijakan tanah tempat berdiri.
Semua yang kita lakukan, tidak ada yang sia-sia.
Oranglain akan banyak belajar darimu, dan kamu akan banyak belajar dari oranglain.
Allah cinta pada seluruh hambaNya, dan hambaNya tidak hanya engkau.
Sungguh kejadian yang terjadi padamu tak pernah sia-sia.
Nanti kamu akan melihat bagaimana luka akan membuatmu semakin kuat.
Membuat kamu lolos dari berbagai ujian yang lebih berat.

Kehidupan terlalu adil dalam segalanya.
Ia selalu menurut kepada apa yang diperintahkan Tuhannya.
Tanpa menunda apalagi membantahnya.
Selalu tepat waktu, tanpa jeda.

Terkadang kita menyalahkan oranglain atas apa yang telah terjadi.
Lupa bahwa semua sudah dituliskan.
Pelajaran dari orang enggan di dengarkan.
Ketika sedih masih saja mencari orang untuk mendengarkan.

Ketika tertekan, diamlah sejenak.
Rasakan cinta yang sedang dikirimkan olehNya
Rasakan pelukanNya
Semua yang telah terjadi adalah apa yang Dia tuliskan untukmu.
Ia tidak berdusta, sungguh.
Dia hanya bertanggung jawab atas makhlukNya

Berhentilah mengutuk kesedihan yang terjadi padamu.
Berjalanlah perlahan agar tak ada pelajaran yang hanya lewat atau samar pengertiannya untukmu.
Kuatkanlah kakimu untuk perjalanan yang lebih panjang.
Dia sedang mengimingi-imingi surga atasmu

Life is forever struggle
Sebentar lagi, hanya sebentar kamu diminta berusaha
setelah itu kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati puas lagi diridhai.

Sabtu, 13 September 2014

Penyerahan Diri

Kali ini curhatan deh isinya.
Kata om iwan, kalo kita udah cinta sama Allah, maka dunia akan terlihat sangat kecil dimata kita..
Dia pasti bisa kita genggam karena saking kecilnya
Ketika Allah ridha, bumi dan isinya tak berarti lagi.
Ketika kamu ngerasa udah mentok artinya jalan keluar segera datang..
Karena saat itu kita tidak mungkin kembali, maju pun ada penghalang
Menunggu keputusan Allah dan terus berdoa kebaikan untuk diri kita.
Allah sedang memelukmu.
Kamu tau, Dia merindukanmu karena sudah diberi tanda kamu tak juga mendatanginya
Maka Dia menarikmu sampai ke pelukannya dengan paksa..

Cobalah terus mendekat karena sesungguhnya Dia yang paling dekat..
Penuhi keinginannya agar kamu bisa merasakan bagaimana nikmat mencintaiNya, menjadi kekasihNya..
Lelah kan mengejar dunia? Menyerahlah, kembalilah kepadaNya.

Jumat, 12 September 2014

Let it go, then rise ~

Setiap rasa seharusnya diatur..
Tidak dengan mudahnya berkata senang atau sedih..
Itu adalah tanda sinkronnya perasaan dengan pikiran..
Dan hal itu hanya terjadi jika kita tidak terlalu cinta dengan dunia..
Dan menempatkan cinta kepada Tuhan di wadah yang lebih besar dari yang lainnya..
Bukan karena Dia yang menciptakan, tapi karena hanya Dia yang akan mencintaimu begitu besar..
Bahkan terkadang cinta kita terhadap diri kita sendiri terlampau jauh dari cintaNya..


Setiap kali berlaku dosa kita sering lupa bahwa Tuhan memperhatikan dengan iba..
 Allah berfirman :
            “Wahai manusia! Coba arahkan perhatianmu pada dirimu sendiri dan pada semua ciptaan-Ku. Jika engkau menemukan dzat yang lebih agung dibanding dengan dirimu, maka jadikanlah keagungan dzat itu milikmu. Jika tidak, maka muliakanlah dirimu dengan pertobatan dan amal kebajikan. (Hadits Qudsi)


Semoga air mata berikutnya hanya untuk menangisi dosa yang berlalu
Menangislah, karena itu akan menyembuhkanmu
Rasakanlah, karena artinya kamu adalah manusia
Tapi jangan sampai masalah dunia membuatmu seperti tak berTuhan.
Menyalahkan Tuhan sama sekali tak membuatnya rugi
Sungguh tiada patut orang yang telah dipenuhi haknya oleh Tuhan tidak mau melakukan kewajibannya bahkan mencaci Tuhan
Setiap luka pasti sembuh, jika dulu pernah ada yang berlalu, maka ini pun akan berlalu

Let it go, then rise..


With Love

AF

Rabu, 10 September 2014

About feeling ~

Memaafkan selalu menyakitkan
Meninggalkan selalu menjadi beban
Ketika ternyata yang dicinta tak ada lagi cinta

Tapi memaafkan harus dilakukan
Agar langkah kaki menjadi ringan
Butuh proses dalam segala hal yang berhubungan dengan perasaan

Senin, 11 Agustus 2014

TrikArt

Dari kemarin tulisan serius mulu. :D Share foto-foto waktu lagi ke trikart Summarecon Bekasi dulu lah :)









Ketika Kematian Tak Lagi Menakutkan

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Kematian oleh sebagian orang adalah sesuatu yang ingin ditunda kedatangannya. Dan oleh sebagian lainnya ingin disegerakan kedatangannya. Mereka yang mengatakan benci dalam penantian pun menginginkan jarak penantiannya dengan kematian semakin jauh. Dan yang ingin kematian datang segera biasanya dilakukan oleh orang yang merasa penat dan hilang keimanannya kepada Allah, kepada Qadha dan Qadar yang telah ditentukanNya.
Firman Allah
“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kalian lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan.” (QS Al Jumuah : 8)
Kita tak bisa lari daripadanya, bahkan menundanya 1 mil detik sekalipun.
“Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurnya barang sesaatpun dan tidak pula dapat memajukannya.” (Al A’raaf : 34)
Saya pernah membaca artikel tentang adanya satu pesawat yang sedang mengudara dengan baik awalnya, kemudian cuaca berubah dengan tida-tiba dan membuat pesawat tidak stabil. Seluruh penumpang pesawat itu begitu takut. Ada yang berteriak minta pertolongan dan ada yang terus menyebut nama Tuhannya. Tapi ada seorang anak yang tetap tenang duduk di kursinya. Saat pesawat sudah kembali stabil dan akhirnya mendarat dengan selamat seseorang bertanya kepadanya, “Aku melihatmu tenang selama penumpang lain mengkhawatirkan jatuhnya pesawat. Bagaimana bisa kau melakukannya?” Anak itu menjawab, “Ayahku adalah pilot dalam pesawat itu, dan dia mengatakan akan mengantarkan aku dengan selamat.”
Anak itu tenang karena telah memiliki keyakinan terhadap ayahnya. Dan seharusnya kitapun yakin bahwa Allah akan membawa kita dengan selamat. Dia penunjuk jalan paling baik. Dan ketika dikabarkan kematian akan menghampirimu, ingatlah bahwa sesuatu pasti ada akhirnya. Kematian akan datang saat tugasmu sudah selesai di bumi ini. Boleh jadi jika engkau terus hidup dosamu bisa terus bertambah. Ingat nikmat dari Allah yang telah diberikan kepadamu.
Dr. Aidh Al Qarni dalam bukunya Cahaya Zaman di subjudul apa yang kita sedihkan?
Suatu ketika saya naik pesawat terbang dari Riyadh menuju Jeddah, ketika pesawat masuk ke dalam gumpalan awan, badan pesawat bergetar, ketika itu kami semua merasa takut dan cemas, kami langsung ingat akan kematian, berpisah dengan keluarga dan anak-anak. Kemudian saya mengingat-ingat tentang kehidupan dunia dengan segala kesulitan dan kesusahannya. Lalu saya berkata dalam hati, “Apa yang kita sedihkan jika kita meninggalkan dunia ini? Bukankah kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal?
Kemudian saya ingat tentang semua disa dan kesalahan-kesalahan yang pernah saya lakukan, lalu saya berkata dalam hati, “Kita masih memiliki tauhid dan keimanan, dan dengan keimanan tersebut, kami mengharapkan dari Allah swt. keselamatan dan pengampunan. Namun rasa cinta kepada dunia yang berlebihan, takut kehilangan dunia dan hati sudah terlanjur lekat dengan dunia merupakan bukti kekurangan akal dan kemiskinan iman di hati. Padahal kehidupan dunia adalah kehidupan yang menipu, penuh kesusahan, kesulitan, dan selalu berubah-ubah, ditambah kehidupan dunia adalah kehidupan yang fana, kita tidak akan selamanya hidup di dunia ini. Jadi, mungkin mati sekarang lebih baik bagi kita sebelum datangnya fitnah dan kerusakan umum yang lebih besar. Percayalah setelah muncul pikiran seperti ini dalam benak, saya tiba-tiba tidak merasa takut sama sekali menghadapi kematian. (Cahaya Zaman, hal.450)
Mereka yang tidak takut dengan kematian biasanya memiliki kecintaan terhadap dunia yang sedikit, dan begitu banyak cintanya terhadap akhirat. Mereka mencintai Allah dan beranggapan bahwa kematian merupakan jalan untuk bertemu dengan Allah, Rabb yang mereka cintai. Yang harus dilakukan adalah menyiapkan bekal untuk berjumpa denganNya, memperbaiki amal, memperbanyak istighfar.

“Dan mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, kemudian bertobatlah kepadaNya. Sungguh Tuhanku Maha Penyayang, Maha Pengasih.” (QS Hud : 90)
Semoga setelah membaca ini, aku dan engkau tidak lagi takut dengan kematian. Menyiapkan bekal dengan teliti agar perjumpaan dengan Rabb menjadi sesuatu yang kita nantikan, bukan ditakutkan

With Love



Anisa Al Fahiiratusshabhiira

Let's move

Bismillahirrahmaanirrahiim

CameraPro Lennovo S880
Pelajaran hidup begitu banyak, salah satunya adalah dari orang2 yang bertemu  langsung dengan kita. Ibarat pemain drama, ia terlibat langsung dalam cerita tersebut. Orang boleh datang dan pergi, asal pelajaran yang didapatkan harus tetap melekat, harus terus bermanfaat.  Kita tidak mungkin berubah. Awalnya itu adalah statement yang saya tolak mentah-mentah. Tapi ternyata benar, kita tidak bisa berubah. Selamanya! Ya selamanya! Kita hanya bisa memperbaiki bentuk. Seperti halnya manusia sekarang, ia hanya bisa memperbaiki bentuk hidungnya, wajahnya, tidak merubah. Kita yang belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan dan tujuan hidup sebenarnya akan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan. Tidak mudah, sungguh itu sulit. Tapi jika kita tahu kesalahan yang kita perbuat lalu tetap berada dalam keadaan itu maka kita sama saja dengan orang yang tidak menerima pelajaran. Imam syafi’I berkata “Air yang menggenang akan keruh, dan yang mengalir akan tetap jernih”

Masalah rasa yang dirasa oleh perasa

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Masalah perasaan selalu membuat girang para hati yang digembirakan pun juga bisa membuat merana orang-orang yang disedihkan. Masalahnya sepele. Mereka tak mengenal perasaannya sendiri. Seharusnya setiap manusia lebih selektif memilih orang-orang yang sedang berurusan denga makhluk ini. Dia sensitive. Dia periuk lembut yang mudah pecah. Orang-orang yang tidak dapat dipercaya tidak patut dipercayakan untuk bahkan melihatnya dari kejauhan. Bukan untuk menjadi seorang yg penutup, tapi hanya lebih selektif. Orang yang sering disakiti seharusnya tahu, bahwa perasaan mereka begitu berharga. Mereka telah hancur lalu diperbaiki, hancur lagi dan lagi-lagi diperbaiki. Seharusnya orang itu tahu bahwa yg telah hancur lalu diperbaiki itu harus diperlakukan lebih hati-hati. Bukan justru dibiarkan diperlakukan sama atau bahkan lebih buruk dari sebelumnya.
Begitu pula dengan perasaan oranglain. Kita seharusnya menjaganya sebagaimana perasaan kita ingin dijaga. Untuk diriku dan para pembaca sekalian, semoga kita dijauhkan dari menyakiti dan disakiti oleh orang lain.

Tuhan, bantu kami menjaga makhluk berarti yang Engkau ciptakan untuk merasakan indahnya warna-warni dalam kehidupan kami. Jika kami tersesat, sungguh hanya Engkau yang bisa menuntun kami. Dan kami hanya mendzalimi diri kami sendiri. Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa dan Maha lembut terhadap hamba-hambanya.

Jumat, 01 Agustus 2014

Pikiran yang terlintas

Bismillahirrahmaanirrahiim
Kelahiran manusia sebaiknya disambut dengan suka cita. Begitu pula saat ia meninggal. Seharusnya kita berpisah dengan rasa syukur dengan orang yang kita cintai. Karena Tuhan begitu baiknya meminjamkannya kepada kita. Sesuatu yang pergi hanyalah kenyataan yang harus diterima. Kenyataan bahwa masa peminjaman dari Tuhan telah selesai. Lepaskan dengan ikhlas meskipun berat.
Diantara kelahiran dan kematian ada kehidupan dunia yang menggiurkan. Nabi saw bersabda, jadilah kamu orang asing di dunia seperti hanya sedang melewati suatu jalan. Agar ketika disana, kau tidak perlu menggenggam apapun, atau jika ingin menggenggam engkau tahu bahwa engkau akan berpisah dengannya cepat atau lampat.
Manusia kadang lupa dengan hakikat tersebut. Ia terlalu menikmati dunia sampai akhirnya lupa bahwa ia hanyalah seorang musafir yang akan meninggalkan semua kenikmatan fana ini. Ia lupa tujuan melewati jalan itu. Sehingga saat ia pergi, ia tidak membawa apa2 dari hasil perjalanannya.
Semoga kita tidak termasuk orang2 yg demikian. Semoga Allah terus membimbing kita.

LOVE

Anisa Tiasari

10/7/14
Kadang ketika kita membanggakan segala hal yang kita punya, Allah akan menguji kita atau bahkann menegur kita ketika diketahui bahwa kita melupakannya barang sejenak..
Betapa indahnya dirindukan olehMu duhai Tuhan semesta alam..

Ketika sendu adalah teman setia yang memberikan banyak waktunya untukku, hanya tangis yg bisa melepaskan pengikat ini..

Restart Everything

Bismillahirrahmanirrahiim.
Kata orang bijak, jangan pernah percaya dengan oranglain kecuali pada dirimu sendiri. Dimana semua kepercayaan memang sudah seharusnya ada disisi Tuhan. Dan orang yang bertanggung jawab atas diri ini adalah diri kita sendiri.  Jangan pernah percaya dengan orang bahkan sedekat apapun dia dengan diri kita. Karena tiada yang pantas memiliki kepercayaan kita selain Tuhan dan diri kita sendiri.
Dan semoga Tuhan menjauhkan diri ini dari rasa pamrih. Mengharapkan sesuatu setelah melakukan sesuatu. Semoga Tuhan tak lelah mengajarkan makna ikhlas. Agar tak ada keluhan setelah kejadian. Agar kita menyadari bahwa Tuhan satu-satunya tempat bergantung. Agar rasa malas menggapai keridhaannNya hilang sama sekali. Agar muak diri ini melakukan dosa. Lalu bertobat menjadi satu-satunya jalan menghindar dari siksa.
Bacalah janji janji Tuhan untuk kehidupan akhirat kita saat terjatuh, saat dijatuhkan. Bangun! Karena tidak akan ada yang membangunkanmu jika kamu terus disana. Dan berdoalah “Duhai Rabbku, sungguh jika tidak ada kepercayaan terhadap janji janjiMu, aku sudah terjatuh sejak lama. Dan hati ini, sudah hancur melebihi debu yang beterbangan. Karena itu kuatkan aku, karena hanya padaMu tersisa kekuatanku.”
Setiap kaki harus kuat untuk melangkah meski berat, setiap hati harus tegar meski harus terus ditempa. Setiap jiwa harus sadar, bahwa jalan ini tepat, bahwa TuhanNya selalu dekat.


With Love


Anisa Tiasari