Kamis, 18 September 2014

Life is forever struggle

Bagi manusia, hidup ini juga sebab akibat. Kehidupanmu menyebabkan perubahan garis kehidupan oranglain, kehidupan oranglain mengakibatkan perubahan garis kehidupan oranglainnya lagi, kemudian entah pada siklus keberapa, kembali lagi ke garis kehidupanmu. Saling mempengaruhi, saling berinteraksi. ~Tere Liye | Rembulan Tenggelam di Wajahmu

Tulisan itu seakan menjawab berbagai pertanyaan yang datang selama ini.
Merasa sombong dengan apa yang telah kita lakukan lalu ketika terjatuh, seakan berat untuk bangun tapi terus mengutuk pijakan tanah tempat berdiri.
Semua yang kita lakukan, tidak ada yang sia-sia.
Oranglain akan banyak belajar darimu, dan kamu akan banyak belajar dari oranglain.
Allah cinta pada seluruh hambaNya, dan hambaNya tidak hanya engkau.
Sungguh kejadian yang terjadi padamu tak pernah sia-sia.
Nanti kamu akan melihat bagaimana luka akan membuatmu semakin kuat.
Membuat kamu lolos dari berbagai ujian yang lebih berat.

Kehidupan terlalu adil dalam segalanya.
Ia selalu menurut kepada apa yang diperintahkan Tuhannya.
Tanpa menunda apalagi membantahnya.
Selalu tepat waktu, tanpa jeda.

Terkadang kita menyalahkan oranglain atas apa yang telah terjadi.
Lupa bahwa semua sudah dituliskan.
Pelajaran dari orang enggan di dengarkan.
Ketika sedih masih saja mencari orang untuk mendengarkan.

Ketika tertekan, diamlah sejenak.
Rasakan cinta yang sedang dikirimkan olehNya
Rasakan pelukanNya
Semua yang telah terjadi adalah apa yang Dia tuliskan untukmu.
Ia tidak berdusta, sungguh.
Dia hanya bertanggung jawab atas makhlukNya

Berhentilah mengutuk kesedihan yang terjadi padamu.
Berjalanlah perlahan agar tak ada pelajaran yang hanya lewat atau samar pengertiannya untukmu.
Kuatkanlah kakimu untuk perjalanan yang lebih panjang.
Dia sedang mengimingi-imingi surga atasmu

Life is forever struggle
Sebentar lagi, hanya sebentar kamu diminta berusaha
setelah itu kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati puas lagi diridhai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar